Cari Info Cirebon


Perguruan Tinggi
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al-Ishlah (STEI AL-ISHLAH)
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)
Akper Husada Cirebon
Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cirebon (STIMIK IKMI)
Institut Studi Islam Fahmina (ISIF)
Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon(STTC)
Universitas Swadaya Gunung Jati
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon
Cirebon Institute of Computer (CIC)
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Universitas 17 Agustus 1945Cirebon (UNTAG)
STMIK IKMI Cirebon
STIKOM Poltek Cirebon
Universitas Muhammadiyah Cirebon
STMIK Catur Insan Cendekia Cirebon
Akademi Perdagangan Catur Insan Cendekia Cirebon
Stikes Mahardika Cirebon (STIKma)
Akademi Keperawatan (akper) Dharma Husada cirebon
Akademi Kebidanan (akbid) Isma Husada cirebon
WIT Institute Cirebon
Akademic Maritime Of Cirebon
LP3I Business College
Telkom PDC
Politeknik Kesehatan Negeri Tasikmalaya Cirebon


Sejarah Pemerintahan Bupati (1800 sampai 2013

Daftar Bupati Cirebon
1800-1808 R. Sinuk (Muchamad)
1808-1828 R. Ngabei Suradiningrat
1828-1843 Kanjeng Kyai R. Adipati Baudenda Suradiningrat
1843-1847 R. Tumenggung Baudenda Suradiningrat
1847-1877 R. Adipati Surya Dirja
1877-1902 R. Adipati Suraadiningrat
1902-1918 R. Adipati Salmon Salam Suryadiningrat
1920-1927 R.M. Panji Aryiodinoto
1928-1942 R.Tg. Suriadi (Aria, Adipati, Pangeran)
1942-1943 M. Sewaka
1943-1945 M. Oemar Said
1945-1947 Mr. R. Ma'mun Sumadipraja
1947-1950 R. Sidik Baratadirdja
1950-1951 R. Mochamad Michrad
1951-1954 M. Radi Martadinata
1954-1956 R. Moestofa Soerjadi
1956-1957 R. Djoko Sa'id Prawiro Widjojo (Pj. Bupati)
1957-1958 R. Sulaeman Tanudiradja (Kepala Daerah)
1957-1958 Machbub Badjurie (Kepala Daerah)
1958-1960 R. Kamar Suriawidjaya (Pj. Bupati Cirebon)
1960-1965 R. Harum Zainal Abidin
1965-1966 R. Soemitro (Pj. Bupati Kepala Daerah Cirebon)
1966-1973 Kol. Inf. H. R. Anwar Soetisna
1973-1978 Kol. Inf. Hasan Soegandhi
1978-1983 Drs. H. Mr. Gunawan Bratasasmita
1983-1988 Kol. Caj. H. Memed Tohir
1988-1993 Kol. Art. H. Suwendho
1993-1998 Kol. Kav. H. Rachmat Djoehana
1998-2003 H. Sutisna, S.H.
2003-2008 Drs. H. Dedi Supardi, M.M.
2008-Sekarang Drs. H. Dedi Supardi, M.M.

Berikut adalah daftar wali kota Cirebon sejak tahun 1920:
Bergelar Burger Meester
J.H. Johan (1920-1925)
Roelof Adriaan Sc Hotman (1925-1928)
Jan Marie van Gostrom Slede (1928-1933)
Mr. H.E. Boissevain (1935)
Mr. Carl Erich Eberhard Kuntze (1936-1938)
H. Scheffer (1939-1942)
Jaman Jepang
Bergelar SHITO
Asikin Nataatmadja (1942-1943)
Moeniran Soerianegara (1943-1949)
Jaman Awal Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]


Bernama Wakil Kota
Prinata Koesoema (1949-1950)
Moestafa Soerjadi (1950-1954)

Daftar Wali Kota/Walikota
Hardian Kartaatmadja (1954-1957)
Prawira Amidjaja (1957-1959)
Moh. Safei (1959-1960)
RSA. Prabowo (1960-1965)
R. Sukardi (1965-1966)
Tatang Suwardi (1966-1974)
H. Aboeng Koesman (1974-1981)
Drs. H. Achmad Endang (1981-1983)
Drs. Moh. Dasawarsa (1983-1988)
Drs. H. Kumaedhi Syafrudin (1988-1993)
Drs. H. Kumaedhi Syafrudin (1993-1998)
Drs. H. Lasmana Suriaatmadja (1998-2003)
Subardi, S.Pd. (2003-2013)
Drs. H. Ano Sutrisno, M.M. (2013-2018)
kenalan yuk dengan mantan bupati cerbon, arane bapak Drs. H. Dedi Supardi, M.M.
Bupati yang satu ini mulai kondang sering masuk infoinment, gosip selebriti gara2 ada kabar asmaranya dengan penyanyi dangdung cantik kondang melinda.

Mantan bupatiini lahir 23 Desember 1958 (umur 55) di Kuningan, Indonesia, gara2 gosip panasnya dengan artis ibukota tsb, beliau diberhentikan dari PDIP (Diberhentikan pada tanggal 23 Agustus 2013)

Profil;
istri : Hj. Sri Heviyana Supardi
Anak : Dea Angkasa Putri, Deby Rattania,  Andi Yusuf,  Andi Arman Maulana

Tempat tinggal
Jl. Kartini (Depan Masjid AT-Taqwa Kota Cirebon )

Drs. H. Dedi Supardi, M.M.adalah Bupati Cirebon yang menjabat sejak tahun 2003. Pada periode Pertama (2003-2008) beliau berpasangan dengan Nur Asyik. Pada Periode kedua (2008-2013) Pemilihan Umum dilakukan secara langsung dan Dedi Supardi berpasangan denganAson Sukasa sebagai wakil bupati dan ia memenangkan pemilihan umum kepala daerah.


Biografi
Kisah hidup Dedi Supardisebagai anak seorang janda, keluarganya cerai-berai. Bersama ibu dan dua kakak perempuan ia pernah tinggal di gubug berlantai tanah dan garasi kantor pemerintahan. Dedi Supardi, Anak lelaki kelahiran 23 Desember 1958, harus rela menggadaikan kebahagiaan masa kecilnya, bahkan masa remaja Dedi yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu pintar harus bertukar dengan kerja keras. Dedi memang manusia biasa, ia pernah sengsara, hidup susah dan nelangsa. Singkat cerita Dedi lulus kuliah, sempat menganggur delapan bulan, kemudian diterima kerja. Langkahnya merangkak meraih masa depan, mulai dari Tenaga Penyuluh Lapangan di Bandung, diangkat sebagai PNS menduduki jabatan struktural Kepala Unit Pelayanan Teknis, Kepala TU hingga akhirnya sebagai Kepala Kantor Departemen Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon.

Dari titik nol ia mendaki hingga tinggi. Dedi memang memiliki insting politikyang tajam dan akurat, tak heran membawanya ke meja percaturan politik. Mulai dari jabatan Wakil Bupati ia mengabdi, dan empat tahun kemudian, ketika masa jabatan Sutisna-Dedi habis. ia terpilih menjadi Bupati Cirebonyang berhasil menggalang dukungan dari partai PDIP dan menggandeng Nur Asyik sebagai Wakil Bupati Cirebon dari Partai Persatuan Pembangunan. Perjalanan hidup yang sedemikian kompleks telah menempa Dedi, hingga menjadi sosok yang berpengetahuan, berpengalaman dan mampu memimpin. Selanjutnya, ketika terjadi perubahan aturan dalam pemilihan kepala daerah. Proses pemilihan yang semula dilkasanakan oleh DPRD, kini dialihkan menjadi kewenangan rakyat. Berbekal insting politik yang terbukti dan teruji mengantarkan Dedi ke garda terdepan sebagai Bupati Cirebon periode kedua secara berturut-turut. Resepnya, Ia tidak saja melakukan penggalangan diDPRD, melainkan di luar parlemen dan partai. Seperti kelompok strategis di tengah masyarakat. Dedi yang berpasangan dengan Ason Sukasa akhirnya menang mengungguli dua rivalnya, yakni pasangan Djakaria Machmud-Arif Natadiningrat dan Sunjaya-Abdul Hayi Imam. Kepeduliannya terhadap rakyat mengantarkan kemenangan. Selain tekun merajut karir di pemerintahan, dan bergelut di dunia politik.

Skandal Asmara dengan Pedangdut Ibukota Melinda

Pada pertengahan 2010, Bupati Cirebon Dedi Supardi terlibat skandal dengan penyanyi dangdut seksi, Melinda. Biduanita yang dikabarkan pernah dekat dengan penyanyi Saiful Jamil ini mengaku telah menikah siri dengan Dedi Supardi. Dari pernikahan siri ini, telah lahir seorang anak laki-laki. Dedi sempat mengelak, namun akhirnya ia mengakui pernikahan sirinya.